TKA: Instrumen Objektif Pengganti UN Jamin Kualitas Lulusan
Jakarta, 21 September 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan melibatkan para pelajar secara langsung. Pada Sabtu (20/9), Kemendikdasmen bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menggelar kegiatan di SMA Muhammadiyah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini tak hanya memperkenalkan TKA, tetapi juga mendorong siswa berpartisipasi aktif dengan membuat konten kreatif di media sosial. Pelajar memviralkan pesan ini menggunakan tagar seperti #AyoIkutTKA dan #BogorSiapTKA. Langkah ini menjadikan siswa sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan informasi TKA kepada teman sebaya.
Pemerintah menetapkan TKA sebagai instrumen vital dalam mengevaluasi capaian kompetensi peserta didik. Penetapan ini tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 dan Kepmendikdasmen Nomor 95/M/2025. Oleh karena itu, TKA berfungsi memastikan adanya standar kompetensi yang sama bagi lulusan SMA di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk menjaga mutu pendidikan secara setara, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa TKA merupakan instrumen penting untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif, menggantikan peran Ujian Nasional (UN) yang sudah ditiadakan. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa tes ini harus dilaksanakan oleh pemerintah sebagai kontrol eksternal untuk menghindari subjektivitas penilaian di sekolah.
Duta SMA dan Pelajar Beri Testimoni Positif
Antusiasme pelajar terlihat jelas dalam sesi simulasi TKA. Lima peserta berhasil meraih nilai tertinggi, yaitu Raditya Febriansyah, Safira Nurmozah, M. Fikri Azka Nurviman, Muhammad Fahri Meidiansyah, dan Rafi Ahmad Ridhwan. Selain itu, Duta SMA Provinsi Jawa Barat 2025, Tazanna Neisha Batuwael, hadir dan mengajak pelajar untuk berani mengikuti TKA. Bahkan, ia mendorong generasi muda menjadi Duta SMA berikutnya. Neisha menjelaskan bahwa Duta SMA bertindak sebagai perpanjangan tangan Kemendikdasmen dalam menginspirasi siswa melalui berbagai program kreatif. Sementara itu, siswa peserta juga memberikan testimoni positif. Bulan Nabithalia mengungkapkan bahwa TKA penting untuk validasi rapor dan seleksi masuk perguruan tinggi.

Persiapan Mandiri dan Imbauan Pendaftaran
Siswa tidak hanya mengandalkan program sekolah; mereka juga melakukan persiapan mandiri. Al Ghifari Ghibran menambahkan, “Kami harus berlatih mandiri, mengerjakan soal-soal, dan memanfaatkan simulasi TKA yang tersedia di laman resmi Kemendikdasmen.” Maka dari itu, inisiatif pribadi menjadi kunci kesuksesan. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, mengakhiri kegiatan dengan imbauan penting. Ia meminta seluruh siswa kelas XII yang belum mendaftar untuk segera melakukan pendaftaran dan mencoba TKA. “Kami mengimbau seluruh pelajar kelas XII yang belum mendaftar agar segera melakukan pendaftaran melalui laman resmi https://tka.kemendikdasmen.go.id/,” tutupnya.







